Bojonggede, 15 April 2025 — Setelah menjalani libur Idul fitri dan kembali dari kampung halaman masing-masing, para santri Pondok Pesantren Nurush Shodiqin langsung disambut dengan kegiatan yang penuh semangat dan kedisiplinan, yaitu ujian pasca lebaran. Kegiatan ini merupakan bagian dari program evaluasi rutin pondok dalam rangka mengukur pemahaman santri terhadap materi yang telah dipelajari sebelum libur Ramadhan.
Ujian ini dimulai sejak hari Senin, 14 April 2025, dan diikuti oleh seluruh jenjang santri baik tingkat Tsanawiyah, Aliyah, maupun Madrasah Diniyah. Materi ujian meliputi pelajaran diniyah seperti Nahwu, Shorof, Fiqih, Tauhid, dan Hadits, serta beberapa pelajaran umum sesuai jenjang masing-masing.
Menurut Ustadz Ahmad Zainuri, selaku Koordinator Akademik Pondok, kegiatan ujian ini tidak hanya menjadi evaluasi akademik, tetapi juga merupakan bentuk pembinaan kedisiplinan dan kesungguhan dalam menuntut ilmu.
“Libur lebaran adalah momen kebersamaan dengan keluarga, namun ketika kembali ke pondok, kita ajak santri untuk langsung bangkit, menyegarkan kembali semangat belajar mereka,” ujarnya.
Suasana ujian berlangsung dengan tertib dan khidmat. Para santri tampak antusias mempersiapkan diri sejak jauh hari dengan belajar bersama di malam hari dan mengikuti bimbingan dari para ustadz.
Salah satu santri kelas Aliyah, Ahmad Fauzan, mengaku senang bisa kembali ke pondok dan langsung menjalani ujian.
“Ujiannya memang cukup menantang, tapi kami sudah terbiasa dengan sistem pondok yang selalu mendorong kami untuk siap lahir batin, apalagi setelah Ramadhan, semangatnya insyaAllah lebih kuat,” ungkapnya.
Ujian pasca lebaran ini akan berlangsung selama satu pekan penuh, dan hasilnya akan menjadi bagian dari nilai penentu kenaikan tingkat atau kelas.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Pondok Pesantren Nurush Shodiqin tidak hanya menanamkan nilai-nilai keagamaan dan spiritual, tetapi juga menegaskan pentingnya akhlak tholabul ‘ilmi (etika dalam menuntut ilmu) dan budaya disiplin dalam pendidikan pesantren.